Handian Purwawangsa, lahir 1 Januari 1979 di Cianjur, seorang yang menginspirasi dengan penuh kerendah-hatian dan memiliki semangat perubahan yang menjelma benteng kokoh dari permulaan lahirnya sejarah yang lebih baik. Sebuah nama dari kedua orang tuanya itulah, yang akhirnya menuntun ke mana Ia seharusnya menjalani kehidupannya. Sebagai seorang yang pernah belajar di bangku pendidikan Institut Pertanian Bogor, Departemen Manajemen Hutan Fakultas Kehutanan, dirinya tak pernah lepas untuk senantiasa mengingatkan kita peduli pada lingkungan.
Purwawangsa, yang selalu merasa haus akan ilmu kemudian melanjutkan studi pendidikannya di tempat yang sama, menjadi lulusan Ilmu Pengetahuan Kehutanan, menyandanglah gelar padanya Handian Purwawangsa, S.Hut, M.Si.
Handian Purwawangsa, tumbuh dan berkembang sebagai seorang muslim yang taat dengan tidak mengesampingkan nilai-nilai religius yang sering sekali terlantar yakni, keutamaan hubungan sosial apalagi hubungan manusia dengan alam sekitarnya. Jiwa dan raganya tak bisa lepas dari kegemarannya untuk beraktifitas yang bersifat sosial dan budaya.
Semua terbukti dari rekam jejaknya, Handian Purwawangsa yang pernah menjadi asisten ahli di Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Kelautan IPB pada tahun 2004-2005. Pernah menjabat Direktur di Sentra Kajian Kerakyatan dan Pembangunan Berbasis Sumberdaya (SINTESA) pada tahun 2004-2006. Sebagai bentuk perhatian pada dunia pendidikan, Hardian Purwawangsa di tengah kesibukannya, juga merupakan pengajar di Departemen Manajemen Hutan Fakultas Kehutanan IPB dari sejak tahun 2005 sampai sekarang.
Bentuk lain sumbangsih yaitu gagasan dan pemikiran, Handian Purwawangsa pun merupakan Dewan Pakar di sebuah lembaga yang konsen memajukan ekonomi rakyat dengan pemberdayaan, pendampingan dan pemanfaatan sumberdaya lokal, Qiara Institute. Pada tahun 2008-2013, menjadi staf di Direktorat Pengembangan Karir dan Hubungan Alumni IPB. Dalam aktifitasnya yang lain, Handian Purwawangsa ikut menyumbangkan tenaga dan pikirannya di Direktorat Kajian Strategis dan Kebijakan Pertanian (DKSKP) IPB dan memegang mandat sebagai Kasubdit Kajian dan Program Aksi semenjak tahun 2013 sampai sekarang.
Handian Purwawangsa, sosok penginspirasi yang masih muda ini, tidak berangkat dari kekosongan pengalaman dalam berorganisasi tentunya, Ia pernah menjadi Ketua Komisariat Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (FAHUTAN IPB) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bogor di tahun 2000-2001. Menjadi Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bogor di tahun 2001-2002. Sekarang masih menjadi Wakil Sekertaris Jenderal, Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Nasional dengan masa jabatan 2013-2018 dan Anggota Departemen Kehutanan Majelis Nasional KAHMI, 2013-2018.
Tentu saja sebagai profesional, Handian Purwawangsa bukan tidak berkecimpung, tercatat sebagai Ketua Tim Penyusun Rencana Kelola Sosial/CSR di PT. Salim Ivomas Pratama, PTPN V Riau, PT. Rajawali Group, Asian Agri Group, Agro Harapan Group, ANJ Group, PT. Evans, dan banyak lagi. Sebagai Tenaga Ahli yang dibutuhkan sekaligus nara sumber di Direktorat Perencanaan Kawasan, Kementerian Kehutanan, Perhutani, Kementerian Pertanian , Conoco Philip, dan sebagainya.
Handian Purwawangsa juga adalah seorang pengusaha yang memperhatikan kesejahteraan desa dan lingkungan, Ia memaksimalkan sumber daya alam di sekitarnya, dengan penuh rasa tanggung jawab sebagai seorang yang cerdas dalam usaha-usahanya. Sebagai pengusaha, Handian Purwawangsa memilih mengembangkan segala bentuk usaha yang berbasis pengembangan lahan-lahan yang ada, produk-produk masyarakat yang dikembangkan maupun dipasarkan di masyarakat luas lainnya.
Jenis-jenis usaha yang dikembangakan Handian Purwawangsa yakni, Agroforestry Kayu Afrika dan Rumput Odot di Desa Cileksa, Sukajaya Kabupaten Bogor mencapai sekitar sembilan hektar dengan pemasaran kepada Peternakan-peternakan Sapi di sekitar Kabupaten Bogor. Budidaya Pepaya California di Desa Pamijahan Pamijahan Kabupaten Bogor sekitar satu hektar dengan pemasaran di pasar Cipanas – Cianjur. Budidaya Jambu Merah di Desa Pamijahan, Kabupaten Bogor seluas satu hektar dengan pemasaran Bogor dan Cianjur. Budidaya Tomat dan Mentimun di Desa Pamijahan, Pamijahan Kabupaten Bogor seluas satu setengah hektar dengan pemasaran Pasar TU. Budidaya Cabe, Jagung dan Tomat di Desa Taman Sari Kecamatan Taman Sari Kab Bogor seluas dua hektar dengan pemasaran ke pasar TU. Terakhir, budidaya rumput Odot di Kampung Cibilik dan Cidahu Kab Sukabumi dengan luas empat setengah hektar dan pemasarannya ke PT Taurus.
Terakhir dari seorang Handian Purwawangsa yang selalu menyerukan filosofi Leuweung Hejo, Rakyat Ngejo adalah Ia percaya hidup harus dibangun dari nilai-nilai keramah-tamahan antara hubungan manusia dengan manusia dan tentu saja manusia dengan alamnya. Sehingga itulah yang membuat manusia akan terasa berarti di mata Penciptanya, sebagai mahluk paling mulia. Semoga.
sumber :handianpurwawangsa.com
